BeritaHukum dan KriminalSeputar SulTra

Kembali Terulang, Rombongan Pengantar Jenazah Menganiaya Seorang Dosen di Makassar Terekam CCTV

MAKASSAR – Sulseljarrakpos.com, Kembali terjadi aksi anarkis dan pengerusakan yang dilakukan iring-iringan pengantar jenazah di Makassar.

Sebuah video unggahan di sebuah jejaring sosial media yang  terekam kamera pengawas CCTV, video berdurasi 1 menit 21 detik menunjukan aksi anarkis dan juga kekerasan yang dilakukan oleh rombongan pengantar jenazah di Kota Makassar.

Aksi kekerasan terjadi di Jalan Sunu, Kecamatan Tallo. Sejumlah pemotor pengantar jenazah telihat melakukan pengerusakan terhadap mobil merek Toyota Rush. Pemilik kendaraan disebutkan juga dipukul hingga mengalami luka-luka.

Kapolsek Tallo, Kompol Saharuddin membenarkan kejadian tersebut. Korbannya adalah seorang dosen salah satu kampus swasta di Makassar, bernama Setiawan (45). “Luka di lengan, alis, betis, di wajah. Diduga dipukul benda tumpul dan kepalan tangan,”

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando yang dikonfirmasi, juga menyesalkan adanya peristiwa itu.

“Tentunya kita sangat sesalkan, kejadian serupa seperti itu sudah berulang kali terjadi,”

Ia mengatakan, semestinya warga yang hendak mengantar jenazah lebih dahulu mendatangi polsek terdekat untuk meminta pengawalan.

Tujuannya, kata dia, agar insiden keributan dengan pengendara lain dapat diminimalisir.

“Kan sudah berulang kali juga kita imbau, warga yang mau mengantar jenazah agar silahkan ke Polsek terdekat agar dipandu,” ucapnya.

Dari informasi yang diterima, korban mengendarai mobil agak di tengah ketika para pengantar jenazah ini melintas. Diduga, korban dianggap menghalangi jalan pengantar jenazah. “Pengantar jenazah ini tersinggung akhirnya ramai-ramai melakukan itu (penganiayaan dan pengrusakan),”

Para pelaku pengerusakan diperkirakan lebih dari 20 orang. Ia berjanji, setelah menerima laporan resmi dari korban, pihaknya akan bergerak melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. “Kita kenakan Pasal 170 KUH Pidana tentang penganiayaan secara bersama-sama. Ancaman hukuman di atas lima tahun,”.

Sebelumnya, beberapa kejadian yang sama juga terjadi di Kota Makassar. Kejadiannya di Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Rabu (1/9/2021) lalu.

elanjutnya diminta masyarakat yang tengah mengantar jenazah ke pemakaman agar lebih menghargai pengguna jalan lain, tidak kebut-kebutan, tidak terburu-buru dan tidak mengganggu pengendara lainnya. “Sebaiknya melapor ke Polsek kalau membutuhkan pengawalan

.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button