BeritaHukum dan Kriminal

Jalani Vonis Penjara Selama 5 Tahun Di Lapas Sukamiskin Bandung, Gubernur SulSel Resmi Dinonaktifkan

Sulseljarrakpos.com, Nurdin Abdullah Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) harus menjalani hukuman penjara selama 5 tahun. Berdasarkan putusan pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) PN Makassar, Nurdin Abdullah pun dijebloskan oleh KPK ke Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, Jawa Barat.

Ali Fikri Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK mengatakan eksekusi penjara terhadap Nurdin Abdullah  berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Makassar Nomor : 45/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Mks tertanggal 29 November 2021 yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Terpidana akan mendekam di Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung untuk menjalani pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” jelas Ali Fikri dikutip dari PMJnews, Kamis 16 Desember 2021.

Tak hanya hukuman penjara, lanjut Ali Fikir, Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah juga diwajibkan membayar denda Rp500 juta. Apabila pidana denda itu tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan.

“Selain itu, pembebanan uang pengganti Rp2,1 miliar dan SGD 350 ribu dengan ketentuan apabila tidak dibayar paling lama 1 bulan setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya (Nurdin Abdulla) dirampas untuk menutupi kerugian negara,” terang Juru Bicara KPK Ali Fikri.

“Dan apabila harta bendanya (Nurdin Abdullah) tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti akan diganti dengan pidana penjara selama 10 bulan,” sambungnya.

Sementara untuk pemberi suap, KPK juga mengeksekusi mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat juga dalam kasus Nurdin Abdullah ke Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung.

“Terpidana (Nurdin Abdullah) dimasukkan ke Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan,” tutur Ali Fikri.”Edy dibebani membayar denda sebesar Rp 200 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar, akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan,”.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button